This site Blog

Obat Herbal Paru Paru Basah Yang Alami

Tanaman Obat Tradisional Paru Paru Basah Alamiah

Ketika kita divonis dokter mengidap paru-paru basah, tentu kita segera mencari obat herbal paru-paru basah yang alamiah, untuk mengatasi penyakit yang sedang kita diderita. Paru-paru basah adalah jenis penyakit pernafasan yang diakibatkan oleh peradangan paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, infeksi parasit atau jamur. Bahkan bisa juga disebabkan oleh gas beracun yang tidak sengaja terhirup oleh kita. Ini adalah salah satu penyakit serius yang harus kita tangani, kalau tidak maka maka banyak jaringan tubuh yang tidak akan cukup tersuplai oksigen.  Ada bebeberapa bahan herbal yang dapat kita gunakan untuk mengobati paru-paru basah atau dikenal juga dengan pneumonia.

1.     Daun pegagan

Daun ini banyak kita temukan di kebun. Tanaman ini dapat kita gunakan sebagai tanaman obat paru-paru basah.

Caranya adalah dengan mencuci bersih 30 g daun pegagan dan juga 15 g jahe, setelah dicuci bersih kemudian direbus menggunakan 500 cc air. Biarkan hingga air rebusan menjadi 250 cc, matikan dan biarkan hingga dingin. Setelah dingin minum air tersebut selama 2 hari sekali, hingga habis.

2.     Bunga sepatu

Bunga ini juga sering tumbuh di tempat tertentu, biasanya di daerah pedesaan, sedangkan di perkotaan jarang tumbuh. Bunga cantik ini juga dapat kita jadikan sebagai obat herbal paru-paru basah.

Caranya adalah dengan mencuci bersih 2 buah kembang sepatu, kemudian ditumbuk hingga halus. Campurkan sejumput garam dan 1 gelas air matang. Saring minuman tersebut dan konsumsi sebanyak 3 kali sehari.  dengan begitu maka penyakit paru-paru basah akan sembuh secara perlahan.

3.     Tanaman ciplukan

Tanaman ini mungkin sajatumbuh di halaman rumah kita, buahnya sangat unik, dan biasanya dibuat mainan oleh anak-anak.  Tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengobati paru-paru basah.

Caranya adalah dengan  mencuci bersih 30 g tanaman ciplukan lalu rebush hingga mendidih. Air hasil rebusan kita minum 1 hari sekali, lakukan hingga paru-paru basah sembuh.

4.     Kulit kacang tanah

Biasanya kulit kacang tanah ini kita buang, dan hanya isinya saja yang kita makan, namun kali ini sebaiknya jangan dibuang. Kita dapat menggunakan kulit kacang tanah untuk mengobati paru-paru basah.

Caranya adalah dengan menyiapkan 27 g kulit kacang tanah yang sudah dicuci bersih, kemudian direbus, biarkan hingga airnya berwarna keruh. setelah mendidih, lalu saring dan tambahkan gula merah secukupnya. Minum 2 kali dalam sehari pada diang dan malam hari.

Obat Herbal Paru Paru Basah Amazon Plus

Amazon Plus merupakan obat herbal untuk paru paru basah yang sangat aman dan benar-benar ampuh dalam menyembuhkan penyakit pneumonia hinga tuntas. Produk herbal ini merupakan minuman kesehatan kelas premium yang menggbungkan khasiat dari 6 jenis buah-buahan super antioksidan yakni Acai Berry, Zaitun, Manggis, Delima merah, Blueberry dan Tomat. Amazon Plus  kaya akan kandungan vitamin dan mineral serta senyawa antioksidan melimpah di dalamnya. Amazon Plus sangat ampuh dalam menyembuhkan penyakit paru paru basah hingga tuntas karena kandungan senyawa bioaktif di dalamnya, yakni:

Full story »

Waspada Penyakit Kanker Hati

Penyakit Kanker hati adalah suatu kondisi yang terjadi ketika sel-sel normal dalam hati menjadi abnormal dan tumbuh di luar kendali menjadi kanker.

Sel-sel ganas atau kanker yang timbul dari sel-sel hati yang disebut karsinoma hepatoseluler, dan kanker yang timbul di saluran hati disebut cholangiocarcinoma.

Apa itu kanker hati metastatik?

Kanker hati metastatik adalah kanker yang telah menyebar dari tempat di mana ia pertama kali mulai ke tempat lain dalam tubuh. Kanker metastatik dalam hati adalah suatu kondisi dimana kanker dari organ lain yang menyebar ke hati. Di sini sel-sel hati pada dasarnya normal. Kanker metastatik memiliki nama yang sama dan jenis yang sama sel-sel kanker sebagai kanker aslinya. Kanker yang paling umum yang menyebar ke hati adalah payudara, usus besar, kandung kemih, ginjal, ovarium, pankreas, perut, rahim, dan paru-paru. Kanker hati metastatik adalah suatu kondisi langka yang terjadi ketika kanker berasal dalam hati dan menyebar ke organ-organ lain dalam tubuh.

Beberapa orang dengan tumor metastatik tidak memiliki gejala. Metastasis bisa didiagnosa oleh sinar-X atau tes lainnya. Pembengkakan perut atau sakit kuning (menguningnya kulit) dapat menunjukkan kanker telah menyebar ke hati.

Apa yang menyebabkan kanker hati?

Kebanyakan orang yang terkena kanker hati akibat dari penyakit kronis hati (kerusakan hati jangka panjang yang disebut sirosis), bekas luka hati yang meningkatkan risiko untuk kanker hati. Kondisi yang menyebabkan sirosis adalah penggunaan alkohol , hepatitis B, dan hepatitis C.

Penyebab kanker hati mungkin berhubungan dengan faktor lingkungan, makanan, atau gaya hidup. Pada November 2014, para peneliti di University of California, San Diego School of Medicine, menemukan bahwa paparan jangka panjang untuk triclosan, bahan umum dalam sabun dan deterjen, menyebabkan fibrosis hati dan kanker pada tikus laboratorium. Meskipun triclosan belum terbukti menyebabkan kanker hati manusia, saat ini triclosan di bawah pengawasan oleh FDA untuk menentukan apakah ia memiliki dampak negatif terhadap kesehatan.

Apa faktor risiko untuk kanker hati?

Tingkat kejadian kanker hepatoselular meningkat di Amerika Serikat karena meningkatnya prevalensi sirosis yang disebabkan oleh hepatitis C kronis dan penyakit hati berlemak non-alkohol.

Sirosis hati karena sebab apapun merupakan faktor risiko untuk kanker hati. Faktor lainnya adalah jenis kelamin laki-laki, usia 55 tahun atau lebih tua, ras Asia, sejarah keluarga di tingkat pertama relatif, obesitas, hepatitis B dan C, penggunaan alkohol, dan kadar besi yang tinggi dalam darah.

Infeksi hepatitis B kronis bahkan tanpa sirosis merupakan faktor risiko untuk kanker hati.

Apa gejala kanker hati?

Kanker hati tidak menimbulkan gejala yang khusus. Seiring dengan pertumbuhan tumor maka dapat menyebabkan gejala nyeri di sisi kanan perut atau rasa penuh saat makan. Beberapa pasien mungkin memiliki gejala penyakit hati kronis atau sirosis, yang sering mendahului perkembangan kanker hati. Sebagai contoh, pasien mungkin mengeluh penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, cachexia, nafsu makan menurun, peningkatan pembengkakan kaki dan perut, dan menguningnya mata dan kulit (jaundice).

Bagaimana kanker hati didiagnosis?

Cara terbaik untuk mendeteksi kanker hati adalah melalui pemeriksaan USG hati dilakukan setiap enam bulan pada pasien dengan diagnosis sirosis.

Setelah kecurigaan kanker hati muncul, dokter akan melakukan hal berikut:

  • Tes darah: alfa-fetoprotein (AFP), yang dapat meningkat pada 70% pasien dengan kanker hati. Tingkat AFP bisa normal pada kanker hati. Tingkat kenaikan AFP salah satu pertanda untuk kanker hati. Tes Laboratorium lainnya termasuk des-gamma-karboksi protrombin, yang dapat meningkat pada kebanyakan pasien dengan kanker hati.
  • CT Scan: Multiphasic heliks CT scan dan MRI dengan kontras hati adalah pencitraan yang lebih disukai untuk mendeteksi lokasi dan luasnya suplai darah ke kanker. Jika ada studi pencitraan tidak meyakinkan, maka studi pencitraan alternatif atau tindak lanjut studi pencitraan harus dilakukan untuk membantu memperjelas diagnosis. Lesi yang lebih kecil dari 1 cm biasanya sulit untuk kelihatan saat pencitraan.
  • Biopsi hati dilakukan untuk sampel jaringan dari lesi di hati, yang dianalisis oleh ahli patologi untuk mengkonfirmasi dugaan diagnosis kanker hati. Biopsi hati tidak diperlukan dalam setiap kasus, terutama jika penanda studi pencitraan dan laboratorium merupakan karakteristik untuk kanker hati. Risiko biopsi hati adalah infeksi dan perdarahan.

Full story »

Obat Herbal Untuk Penyakit Kanker Hati

obat kanker hati daun sirsak


Mengetahui bahwa Anda menderita kanker hati sebaikya tidak perlu panik, yang kita perlukan hanyalah mencari obat herbal untuk penyakit kanker hati ampuh dan aman.  Sebenarnya ada banyak sekali tanaman yang dapat kita manfaatkan untuk mengobati kanker hati yang kita alami saat ini. Berikut adalah beberapa tanaman alamiah yang dapat kita jadikan sebagai obat herbal kanker hati.

1.     Mengkudu

Tanaman ini memang banyak mempunyai khasiat, selain dapat mengatasi segala macam kanker juga dapat memperbaiki berbagai macam organ tubuh yang rusak. Maka dari itu jika kita tidak mengalami sakit apapun tidak ada salahnya jika kita mengkonsumsi mengkudu.

Buah ini memang memiliki aroma yang kurang sedap, namun khasiat buah ini sudah tidak dapat diragukan lagi. Cara membuat obat herbal dari mengkudu juga sederhana, cukup buat jus mengkudu. Cari buah yang sudah masak, lalu cuci bersih dan blender, campur dengan madu secukupnya. Minum sampai habis jus buah ini. Sebaikya konsumsi sehari sekali agar khasiatnya lebih terasa.

2.     Daun ceremai

Mungkin banyak yang tidak tahu khasiat dari buah yang suka dibuat rujak atau manisan ini. Daun buah ceremai ternyata dapat dijadikan obat kanker.

Cara membuatnya adalah dengan mencuci bersih daun ceremai 1 genggam, lalu tambahkan sejumput daun belimbing, 1 ruas jari gadung cina, 1 ruas jari bidara upas dan yang terakhir adalah gula aren. Rebus semua bahan kecuali gula aren, menggunakan 3 gelas air bersih. Rebus hingga tersisa 1 gelas, lalu angkat dan dinginkan. Ramuan ini dapat diminum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Komsumsi secara rutin selama 1 bulan.

3.     Seledri

Di indonesia daun ini biasanya digunakan sebagai bumbu pada masakan tertentu, atau dapat digunakan sebagai garnish. Namun ternyata daun cantik ini mempunyai kandungan apigenine yang dapat mencegah perkembangan pembuluh darah dan dapat menghentikan supply nutrisi kanker yang ada dalam tubuh.

Cara membuatnya cukup mudah, ambil segenggam daun seledri lalu hancurkan, atau tumbuk hingga halus. Atau kita dapat menggunakan blender, saring airnya dan tambahkan sedikit madu dan minum hingga habis. minuman ini sebaiknya diminum sehari 1 kali.

4.     Rumput teki

Mungkin banyak yang tidak mengenal rumput yang satu ini, namun ini adalah rumput yang dapat kita gunalan untuk obat herbal kanker hati.

Cara membuatnya adalah dengan menyiapkan 20 g temu kering, 15 g kembang pulu, 25 g jamur kayu, 15 g mahkota dewa kering, 15 g umbi rumput teki dan yang terakhir adalah 15 g temu lawak kering. Setelah semuanya siap, cuci bersih semua ramuan tersebut lalu rebus menggunakan 1,5 liter air. Rebus hingga tersisa 600 cc, setelah itu biarkan hingga dingin. Minum 200 cc selama 3 kali sehari.

5.  Jamur hioko

Jamur ini memang jarang tumbuh di Indonesia, tapi tidak ada salahnya jika kita mencoba ramuan ini untuk mengobati penyakit kanker hati yang tengah dirasakan.

Caranya adalah dengan menyiapkan 20 g jamur hioko, 60 g jombang kering, 60 g rumput lidah ular kering, 30 g ban zhi lian atau disebut sebagai scutellariae barbatae, 30 g radix angeica sinensis, dan yang teakhir adalah 10 g kaca piring. Setelah semua bahan selesai dipersiapkan, lalu cuci bersih. Rebus semua bahan menggunakan 1.2 liter air, biarkan hingga tersisa 600 cc. Diamkan hingga dingin, dan minum ramuan tersebut sebanyak 200 cc selama 3 kali dalam sehari. Lakukan proses tersebut  1 hari sekali, hingga sembuh.

Full story »

Faktor Risiko Kanker Payudara yang Harus Anda Ketahui

Faktor risiko kanker payudara adalah segala sesuatu yang mempengaruhi kesempatan Anda untuk mendapatkan penyakit kanker payudara. Kanker yang berbeda memiliki faktor risiko yang berbeda. Sebagai contoh, mengekspos kulit ke sinar matahari yang kuat merupakan faktor risiko untuk kanker kulit. Merokok merupakan faktor risiko untuk kanker paru-paru, mulut, laring (kotak suara), kandung kemih, ginjal, dan beberapa organ lainnya.

Tapi faktor risiko tidak memberi tahu kami semuanya. Memiliki faktor risiko, atau bahkan beberapa, tidak berarti bahwa Anda akan mendapatkan penyakit ini. Kebanyakan wanita yang memiliki satu atau lebih faktor risiko kanker payudara tidak pernah mengidap penyakit ini, sementara banyak wanita dengan kanker payudara tidak memiliki faktor risiko yang jelas (selain menjadi seorang wanita dan semakin tua). Bahkan ketika seorang wanita dengan faktor risiko mengembangkan kanker payudara, sulit untuk mengetahui berapa banyak faktor-faktor ini mungkin telah berkontribusi.

Beberapa faktor risiko, seperti usia seseorang atau ras, tidak dapat diubah. Lain terkait dengan faktor-faktor penyebab kanker di lingkungan. Yang lain terkait dengan perilaku pribadi, seperti merokok, minum, dan pola makan. Beberapa faktor mempengaruhi risiko lebih dari yang lain, dan risiko untuk kanker payudara dapat berubah dari waktu ke waktu, karena faktor-faktor seperti penuaan atau gaya hidup.

Faktor risiko kanker payudara yang tidak dapat kita ubah

  1. jenis kelamin. Menjadi seorang wanita adalah faktor risiko utama untuk mengembangkan kanker payudara. Pria dapat mengembangkan kanker payudara, tetapi penyakit ini adalah sekitar 100 kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Ini mungkin karena laki-laki memiliki lebih sedikit dari perempuan hormon estrogen dan progesteron, yang dapat mendorong pertumbuhan sel kanker payudara
  2. Faktor Usia. Risiko terkena kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 1 dari 8 kanker payudara invasif yang ditemukan pada wanita yang lebih muda dari 45, sementara sekitar 2 dari 3 kanker payudara invasif yang ditemukan pada wanita usia 55 tahun atau lebih.
  3. Faktor risiko genetik. Sekitar 5% sampai 10% dari kasus kanker payudara dianggap turun-temurun, yang berarti bahwa mereka menghasilkan langsung dari cacat gen (disebut mutasi) yang diwarisi dari orangtua. Lihat bagian "Apakah kita tahu apa yang menyebabkan kanker payudara?" untuk informasi lebih lanjut tentang gen dan DNA dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi risiko kanker payudara.
  4. BRCA1 dan BRCA2: Penyebab paling umum dari kanker payudara herediter adalah mutasi yang diwariskan dalam gen BRCA1 dan BRCA2. Pada sel normal, gen ini membantu mencegah kanker dengan membuat protein yang menjaga sel-sel tumbuh abnormal. Jika Anda telah mewarisi salinan mutasi gen baik dari orang tua, Anda memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara selama hidup Anda. Meskipun di beberapa keluarga dengan mutasi BRCA1 risiko seumur hidup kanker payudara setinggi 80%, rata-rata risiko ini tampaknya berada di kisaran 55-65%. Untuk mutasi BRCA2 resiko lebih rendah, sekitar 45%. Kanker payudara terkait dengan mutasi ini terjadi lebih sering pada wanita yang lebih muda dan lebih sering mempengaruhi kedua payudara daripada kanker tidak terkait dengan mutasi ini. Wanita dengan mutasi diwariskan juga memiliki peningkatan risiko untuk mengembangkan kanker lainnya, terutama kanker ovarium.
  5. Perubahan gen lain: mutasi gen lain juga dapat menyebabkan kanker payudara yang diwariskan. Mutasi gen ini lebih jarang dan sering tidak meningkatkan risiko kanker payudara sebanyak gen BRCA. Mereka tidak sering penyebab kanker payudara yang diwariskan.
  6. TP53: Gen TP53 memberikan instruksi untuk membuat protein yang disebut p53 yang membantu menghentikan pertumbuhan sel-sel abnormal. Mewarisi mutasi gen penyebab sindrom Li-Fraumeni ini (dinamai 2 peneliti yang pertama kali menggambarkannya). Orang dengan sindrom ini memiliki peningkatan risiko terkena kanker payudara, serta beberapa jenis kanker lainnya seperti leukemia, tumor otak, dan sarkoma (kanker tulang atau jaringan ikat). Ini merupakan penyebab yang jarang dari kanker payudara.
  7. CHEK2: Sindrom Li-Fraumeni juga dapat disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan dalam CHEK2. Bahkan ketika itu tidak menyebabkan sindrom ini, dapat meningkatkan risiko kanker payudara sekitar dua kali lipat ketika bermutasi.
  8. PTEN: Gen PTEN biasanya membantu mengatur pertumbuhan sel. Mewarisi mutasi gen ini dapat menyebabkan sindrom Cowden, gangguan langka di mana orang berada pada peningkatan risiko untuk kedua tumor payudara jinak dan ganas, serta pertumbuhan dalam saluran pencernaan, tiroid, uterus, dan ovarium. Cacat pada gen ini juga dapat menyebabkan sindrom yang berbeda yang disebut sindrom Bannayan-Riley-Ruvalcaba yang tidak diduga terkait dengan risiko kanker payudara. Baru-baru ini, sindrom yang disebabkan oleh PTEN telah digabungkan menjadi satu yang disebut PTEN Tumor Hamartoma Syndrome.
  9. CDH1: mutasi Mewarisi gen ini menyebabkan keturunan menyebar kanker lambung, sindrom di mana orang mengembangkan tipe yang jarang dari kanker perut pada usia dini. Wanita dengan mutasi gen ini juga memiliki peningkatan risiko kanke
  10. STK11: Cacat pada gen ini dapat menyebabkan sindrom Peutz-Jeghers. Orang dengan gangguan ini mengembangkan bintik-bintik pigmen pada bibir mereka dan di mulut mereka, polip di saluran kemih dan gastrointestinal, dan memiliki peningkatan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara.
  11. PALB2: Gen PALB2 membuat protein yang berinteraksi dengan protein yang dibuat oleh gen BRCA2. Cacat (mutasi) pada gen ini dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara. Masih belum jelas apakah mutasi gen PALB2 juga meningkatkan risiko kanker ovarium dan kanker payudara laki-laki.
  12. Riwayat keluarga kanker payudara. Risiko kanker payudara lebih tinggi pada wanita yang dekat darah kerabat memiliki penyakit ini. Memiliki satu tingkat pertama relatif (ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan) dengan kanker payudara sekitar dua kali lipat risiko seorang wanita. Memiliki 2 tingkat pertama kerabat meningkatkan risiko nya sekitar 3 kali lipat.
  13. Riwayat pribadi kanker payudara. Seorang wanita dengan kanker pada satu payudara memiliki 3 sampai 4 kali lipat peningkatan risiko mengembangkan kanker baru pada payudara atau di bagian lain dari payudara yang sama. Hal ini berbeda dengan kekambuhan (pulang) dari kanker pertama.
  14. Ras dan etnis. Secara keseluruhan, wanita kulit putih yang sedikit lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara daripada wanita Afrika-Amerika, tapi perempuan Afrika-Amerika lebih mungkin untuk meninggal karena kanker ini. Namun, pada wanita di bawah 45 tahun, kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita Afrika-Amerika. Wanita Asia, Hispanik, dan penduduk asli Amerika memiliki risiko lebih rendah menderita dan meninggal akibat kanker payudara.

Baca juga : Obat Kanker Payudara Herbal Tanpa Operasi

Faktor Risiko Kanker Payudara yang dapat diubah

  • Pola makan dan asupan vitamin. Banyak penelitian telah mencari hubungan antara apa yang dimakan wanita dan risiko kanker payudara, namun sejauh ini hasilnya telah bertentangan. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa diet mungkin memainkan peran, sementara yang lain tidak menemukan bukti bahwa diet mempengaruhi risiko kanker payudara. Sebagai contoh, sebuah penelitian terbaru menemukan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara pada wanita yang makan lebih banyak daging merah. Studi juga telah melihat kadar vitamin, lagi dengan hasil yang tidak konsisten. Beberapa studi benar-benar menemukan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita dengan tingkat yang lebih tinggi nutrisi tertentu. Sejauh ini, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin mengurangi risiko kanker payudara. Ini bukan untuk mengatakan bahwa tidak ada gunanya makan makanan yang sehat. Diet rendah lemak, rendah daging merah dan daging olahan, dan tinggi dalam buah-buahan dan sayuran mungkin memiliki manfaat kesehatan lainnya. Kebanyakan penelitian telah menemukan bahwa kanker payudara kurang umum di negara-negara di mana makanan khas rendah lemak total, rendah lemak tak jenuh ganda, dan rendah lemak jenuh. Tapi banyak studi perempuan di Amerika Serikat tidak terkait risiko kanker payudara asupan lemak dari makanan. Para peneliti masih belum yakin bagaimana menjelaskan perselisihan jelas ini. Mungkin setidaknya sebagian karena efek dari diet pada berat badan (lihat di bawah). Juga, studi yang membandingkan diet dan risiko kanker payudara di negara-negara yang berbeda rumit oleh perbedaan-perbedaan lain (seperti tingkat aktivitas, asupan nutrisi lain, dan faktor genetik) yang juga dapat mempengaruhi risiko kanker payudara. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami efek dari jenis lemak dimakan pada risiko kanker payudara. Tetapi jelas bahwa kalori yang menghitung, dan lemak merupakan sumber utama kalori. Diet tinggi lemak dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas, yang merupakan faktor risiko kanker payudara. Diet tinggi lemak juga telah ditunjukkan untuk mempengaruhi risiko mengembangkan beberapa jenis kanker lainnya, dan asupan jenis tertentu lemak jelas terkait dengan risiko penyakit jantung.
  • Bahan kimia di lingkungan. Banyak penelitian telah dilaporkan dan lebih sedang dilakukan untuk memahami pengaruh lingkungan mungkin pada risiko kanker payudara. Senyawa dalam lingkungan yang memiliki sifat seperti estrogen adalah dari minat khusus. Sebagai contoh, zat yang ditemukan dalam beberapa plastik, kosmetik tertentu dan produk perawatan pribadi, pestisida (seperti DDE), dan PCB (polychlorinated biphenyls) tampaknya memiliki sifat seperti itu. Ini bisa dalam teori mempengaruhi resiko kanker payudara. Masalah ini dimengerti memanggil banyak perhatian publik, namun saat ini penelitian tidak menunjukkan hubungan yang jelas antara risiko kanker payudara dan paparan zat ini. Sayangnya, mempelajari efek seperti pada manusia sulit. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih menentukan efek kesehatan yang mungkin dari zat ini dan yang sejenis.
  • Asap tembakau. Untuk waktu yang lama, studi tidak menemukan hubungan antara merokok dan kanker payudara. Dalam beberapa tahun terakhir meskipun, lebih banyak studi telah menemukan bahwa merokok berat jangka panjang terkait dengan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Beberapa studi telah menemukan bahwa risiko tertinggi dalam kelompok-kelompok tertentu, seperti perempuan yang mulai merokok ketika mereka masih muda. Pada tahun 2009, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker menyimpulkan bahwa ada bukti terbatas bahwa merokok tembakau menyebabkan kanker payudara. Fokus penelitian aktif adalah apakah asap rokok meningkatkan risiko kanker payudara. Kedua arus utama dan asap rokok mengandung bahan kimia yang dalam konsentrasi tinggi, menyebabkan kanker payudara pada tikus. Bahan kimia dalam asap tembakau mencapai jaringan payudara dan ditemukan dalam ASI. Bukti pada asap rokok dan resiko kanker payudara dalam penelitian pada manusia masih kontroversial, setidaknya sebagian karena hubungan antara merokok dan kanker payudara belum jelas. Satu penjelasan yang mungkin untuk ini adalah bahwa asap rokok dapat memiliki efek yang berbeda terhadap risiko kanker payudara pada perokok dan pada mereka yang hanya terpapar asap rokok. Sebuah laporan dari California Environmental Protection Agency pada tahun 2005 menyimpulkan bahwa bukti tentang asap rokok dan kanker payudara adalah "konsisten dengan hubungan sebab-akibat" di muda, wanita premenopause terutama. Laporan 2006 US Surgeon General, Konsekuensi Kesehatan Paparan Involuntary ke Tobacco Smoke, menyimpulkan bahwa ada "sugestif tetapi tidak cukup" bukti link pada saat ini. Dalam kasus apapun, link ini mungkin untuk kanker payudara adalah alasan lain untuk menghindari asap rokok.
  • Kerja malam. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa wanita yang bekerja di malam hari contoh-bagi, perawat pada shift malam-mungkin memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Ini adalah temuan yang cukup baru-baru ini, dan lebih banyak studi melihat masalah ini. Beberapa peneliti berpikir efeknya mungkin karena perubahan kadar melatonin, hormon yang produksinya dipengaruhi oleh paparan tubuh terhadap cahaya, tetapi hormon lain juga sedang dipelajari.
  • Penggunaan antiperspirant. Internet dan e-mail rumor telah menyarankan bahwa bahan kimia dalam antiperspirant ketiak diserap melalui kulit, mengganggu sirkulasi getah bening, menyebabkan racun untuk membangun di payudara, dan akhirnya menyebabkan kanker payudara. Berdasarkan bukti yang ada (termasuk apa yang kita ketahui tentang bagaimana tubuh bekerja), ada sedikit jika alasan untuk percaya bahwa antiperspirant meningkatkan risiko kanker payudara. Untuk informasi lebih lanjut tentang ini, lihat Antiperspirant dokumen dan
  • Penggunaan Bra. Internet dan e-mail rumor dan setidaknya satu buku telah menyarankan bahwa bra menyebabkan kanker payudara dengan menghalangi aliran getah bening. Tidak ada dasar ilmiah atau klinis yang baik untuk klaim ini, dan sebuah studi baru-baru ini lebih dari 1.500 perempuan menemukan hubungan penggunaan bra dengan risiko kanker payudara.
  • Implan payudara. Beberapa studi telah menemukan bahwa implan payudara tidak meningkatkan risiko kanker payudara, meskipun implan payudara silikon dapat menyebabkan jaringan parut yang terbentuk di payudara. Implan membuat lebih sulit untuk melihat jaringan payudara pada mammogram standar, tapi gambar x-ray tambahan yang disebut pandangan perpindahan implan dapat digunakan untuk memeriksa jaringan payudara lebih lengkap.

Source : http://www.breastcancer.org/

Obat Kanker Payudara Herbal Tanpa Operasi

Untuk menemukan obat kanker payudara herbal yang bisa menyembuhkan tanpa operasi, kita harus melihat dari apa yang menyebabkan penyakit kanker payudara ini. Sehingga ketika kita mengetahuinya maka akan lebih mudah untuk menentukan pengobatan kanker payudara yang paling efektif.

Penyebab Kanker Payudara
Banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan kesempatan Anda untuk mengembangkan kanker payudara, tetapi belum diketahui secara pasti bagaimana beberapa faktor risiko ini menyebabkan sel menjadi kanker. Hormon tampaknya memainkan peran dalam banyak kasus kanker payudara, tetapi bagaimana hal ini terjadi tidak sepenuhnya dipahami.

Faktor genetika merupakan salah satu penyebab kanker payudara yang umum. Mutasi DNA tertentu diwariskan secara dramatis dapat meningkatkan risiko untuk mengembangkan kanker payudara dan bertanggung jawab untuk banyak kanker yang berjalan di beberapa keluarga. Sebagai contoh, gen BRCA (BRCA1 dan BRCA2) adalah gen supresor tumor. Sebuah mutasi dalam satu gen ini dapat diwariskan dari orang tua. Ketika salah satu dari gen ini bermutasi, tidak lagi menekan pertumbuhan abnormal, dan kanker payudara lebih mungkin untuk berkembang.

Perempuan sudah mulai mendapatkan keuntungan dari kemajuan dalam memahami dasar genetik kanker payudara. Pengujian genetik dapat mengidentifikasi beberapa wanita yang telah mewarisi mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2 supresor tumor (atau gen lain seperti PTEN atau TP53). Wanita-wanita ini kemudian dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko mereka terserang kanker payudara dan untuk memantau perubahan payudara mereka dengan hati-hati untuk menemukan kanker pada dini, sehingga dapat pengobatan kanker payudara dapat lebih mudah dilakukan.

Mutasi pada gen supresor tumor seperti gen BRCA dianggap paling sering menyebabkan kanker payudara. Meskipun banyak wanita dengan mutasi tinggi gen ini mengembangkan kanker, sebagian besar kasus kanker (termasuk kanker payudara) tidak disebabkan oleh jenis mutasi. Lebih sering, mutasi rendah penetrasi atau variasi gen adalah faktor dalam perkembangan kanker. Masing-masing mungkin memiliki efek individu kecil pada perkembangan kanker, tetapi efek keseluruhan pada populasi bisa besar karena mereka adalah umum, dan orang sering terpengaruh dengan lebih dari satu pada waktu yang sama. Gen yang terlibat dapat mempengaruhi hal-hal seperti tingkat hormon, metabolisme atau hal-hal lain yang berinteraksi dengan faktor risiko kanker payudara. Gen-gen ini mungkin bertanggung jawab untuk banyak risiko kanker payudara yang berjalan dalam keluarga.

Full story »